Wednesday, February 28, 2018

Batang Berkebun Laksanakan Tanam Serentak Sambil Kopdar

Minggu, 25 Februari 2018, adalah salah satu hari yang penting bagi Komunitas Indonesia Berkebun dan jejaringnya yang tersebar luas di seantero nusantara. Karena pada hari itu, seluruh komunitas yang tergabung sebagai jejaring Indonesia Berkebun mengadakan kegiatan Tanam Serentak di wilayahnya masing-masing.

Di Batang, Jawa Tengah, Komunitas Batang Berkebun sebagai bagian dari jejaring Komunitas Indonesia Berkebun juga turut menyelenggarakannya. Namun karena pertimbangan efisiensi aktivitas, maka yang digelar tak hanya kegiatan Tanam Serentak, tapi juga sambil mengadakan Kopdar atau Kopi Darat. Soalnya, bagi komunitas dengan cakupan area se-Kabupaten Batang, yang luas wilayahnya 788,6 km2 – sedikit lebih besar dari Jakarta, kopdar jelas bukanlah kegiatan yang bisa dilaksanakan sesering yang diinginkan. Mengingat jarak dan alat transportasi merupakan kendala yang tak bisa dianggap bukan masalah di kabupaten ini.

Karena itu, menggabungkan suatu agenda kegiatan dengan kopdar merupakan langkah efisiensi yang cerdik. Sehingga, kalau sukses kopdarnya tak sesuai harapan, asalkan agenda kegiatan utamanya berlangsung dengan baik, maka rasa kecewanya tak sesakit kalau hanya mengadakan kopdar tapi tidak sukses. Sebab, meski kopdar merupakan kegiatan inti pada semua komunitas, dan biasanya diselenggarakan secara rutin, namun pada kenyataannya kegiatan itu seringkali tak berjalan sesuai rencana, yang dikarenakan oleh berbagai faktor sehingga selalu saja banyak anggota komunitas yang tidak bisa hadir. 

Itu sebabnya, Komunitas Batang Berkebun sengaja menyisipkan agenda kopdar dalam program kegiatan yang dicanangkan oleh Komunitas Indonesia Berkebun, dan diikuti oleh komunitas-komunitas berkebun di seluruh Indonesia, yang berafiliasi dengan Komunitas Indonesia Berkebun itu. Tujuannya, kalau kopdarnya sukses, maka Program Tanam Serentak pasti akan jadi meriah. Namun kalau kopdarnya kurang berhasil, setidaknya acara Tanam Serentak bisa terlaksana sesuai rencana.

Komunitas berkebun merupakan jawaban masyarakat yang peduli pada lingkungan akan banyaknya pertanyaan mengenai pengelolaan lahan sempit di sekitar tempat tinggal atau kantor. Dengan komunitas ini sebagai penggerak dan wadah kegiatan, diharapkan akan diperoleh solusi yang tepat mengenai masalah keasrian lingkungan.

Terbukti, semenjak ada komunitas berkebun di banyak daerah, baik Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan kota-kota besar lainnya, bahkan hingga ke kabupaten-kabupaten seperti Batang, kesadaran masyarakat pada pemanfaatan lahan-lahan yang ada di sekitaran jadi kian meningkat. Lahan-lahan tidur yang tadinya hanya berisi semak belukar lantas diubah menjadi kebun-kebun produktif. Bahkan lahan-lahan sempit di sekitar rumah atau kantor kini dimanfaatkan jadi lahan sayur atau apotik hidup, sehingga selain sebagai penghasil oksigen juga memberi nilai ekonomis. Di samping itu, kesan asri yang ditimbulkannya juga akan membuat lingkungan jadi terasa lebih nyaman dan terlihat apik cantik.

Dalam program Tanam Serentak kemarin, bibit yang di tanam ialah pohon kemangi. Tanaman dari jenis perdu yang daunnya banyak dimanfaatkan sebagai lalapan dan bahan pewangi pada olahan pepes ini, sebenarnya mempunyai banyak manfaat bila ditanam di pekarangan. Sebagai pohon perdu, kemangi akan memberi kesan hijau asri yang sedap dipandang mata. Di samping memberi efek keindahan, sebagai herba, kemangi juga memberi manfaat tambahan sebagai bahan makanan dan obat.

Sebagai bahan makanan, kemangi sudah kondang sebagai lalapan dan pelengkap olahan pepes. Dan sebagai bahan obat, kemangi banyak mengandung nutrisi dan zat-zat yang sangat berguna buat tubuh, dari mulai untuk kesehatan kulit sampai obat untuk kanker dan masalah kesuburan pada perempuan. Tapi yang sudah pasti ialah, daun kemangi juga mempunyai nilai jual lumayan bagus sebagai sayuran.

Program Tanam Serentak yang diselenggarakan Komunitas Batang Berkebun itu dilaksanakan di Jalan Gabus, Gang Parkit, Denasri Kulon, Batang, Jawa Tengah, di sebuah lahan berkeluasan 1.800 m2 yang dikelola oleh Wahyu Hidayat – yang selain sebagai penggiat Komunitas Batang Berkebun, juga sebagai Ketua Karang Taruna di daerahnya.

Dalam acara yang dikomandoi oleh Ibnu Ihsan itu, selain dihadiri oleh para penggiat Komunitas Batang Berkebun, juga diikuti oleh rekan-rekan dari Racika Palm dan Batang Event. Mereka mulai hadir di lokasi acara sejak pukul 08, dan lantas melaksanakan kegiatan Tanam Serentak di lahan berkeluasan 12 m2 yang disediakan oleh Wahyu. Meski matahari pagi terasa cukup menyengat, namun semua peserta terus mengikuti acara dengan antusias hingga acara disudahi pada pukul 11.

Pada kesempatan mengikuti acara itu, Kholis, yang datang dari daerah Subah – salah satu kecamatan di Kabupaten Batang – tak mau melewatkan kesempatan buat memuas-muaskan diri menyantap daun kemangi yang dipetik langsung dari pohonnya. Haha, kapan lagi bisa menikmati kesegaran daun kemangi langsung dari kebunnya ya, Mas Kholis?