Showing posts with label Sosionesia. Show all posts
Showing posts with label Sosionesia. Show all posts

Wednesday, September 3, 2014

Meluruskan Sejarah Bendera Pusaka

Pengibaran bendera pusaka merah putih pada
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Foto: Frans Mendur/IPPHOS.
Keterlaluan sekali orang yang mengatakan bahwa bendera pusaka merah putih terbuat dari kain seprai putih dan tenda merah warung soto. Itu penghinaan. Namun untunglah, ada saksi hidup yang menyangkalnya dan kemudian mengungkap riwayat sebenarnya dari Sang Saka Merah Putih itu. Berikut ini pengungkapannya. Silakan disimak.
Bendera pusaka merah putih yang dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945 bukan terbuat dari kain seprai dan tenda warung soto.
Di internet beredar luas informasi mengenai kain bendera pusaka merah putih yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Disebutkan, bendera itu berasal dari kain seprai warna putih dan kain tenda sebuah warung soto warna merah. Keterangan ini berasal dari Lukas Kustaryo, seorang tentara, yang menceritakan pengalamannya kepada majalah Intisari, Agustus 1991. (Baca: Lukas Kustaryo, Kisah Duka Dari Rawagede)

Kisah istri jenderal polisi jujur, pinjam uang ibu buat belanja

Ada yang bilang, hidup ini one way ticket. Kita cuma punya satu kali kesempatan buat segalanya. Dan untuk itu kita berjuang, agar menjadi berarti. Sebagian berhasil mencapai cita-citanya, yang lain masih terus berjuang hingga akhir hayat mencegatnya. Lalu, di ujung semua jerih-payah itu, apa yang akan diwarisi oleh anak-cucu? Harta? Atau martabat? Mana yang lebih baik untuk diwariskan? Kebanyakan kita lebih memilih yang pertama, karena mengira harta bisa untuk membeli martabat.
Benarkah demikian? Yang menerima warisan kitalah yang akan mendapatkan jawabannya. 

Monday, August 11, 2014

Tak ada kursi kosong, tukang ojek yang jadi anggota DPRD jongkok

Beberapa periode setelah reformasi, rakyat Indonesia kembali merasa kecewa dengan integritas para wakil rakyat, baik di DPR, MPR, maupun DPD - di daerah atau di pusat. Hal itu dikarenakan tingkah-laku para oknum, yang secara terang-terangan merusak citra terhormat dari anggota dewan, baik dalam hal menjalankan tugasnya, penyalahgunaan anggaran dan jabatan, hingga korupsi dengan pemerasan. 

Namun di antara tingkah laku memuakkan para oknum itu, ternyata masih ada sosok yang patut dihormati. Setidaknya pada satu ketika, saat wartawan memergoki tingkahnya yang mencerminkan kesederhanaan pribadinya.

Saturday, April 26, 2014

Aerli Rasinah, pewaris tari topeng dari Mimi Rasinah

Budaya membentuk bangsa. Maka melalui budaya itulah bangsa-bangsa besar yang punya motif menjajah menginfiltrasi bangsa lain yang tak bisa dianeksasi menggunakan kekuatan militer atau pun ekonomi. Budaya pop, budaya hedonisme, budaya kekerasan dan radikalisme, dan lain-lain. Secara perlahan, perubahan perilaku generasi muda diubah agar meninggalkan budaya luhur bangsanya, yang sebenarnya menjadi sumber kekuatan bangsanya.

Friday, April 11, 2014

Pria Ini Selalu Mencuri Tiap Malam Jumat

Pencuri memang selalu punya kiat dalam melaksanakan kejahatannya. Begitu juga dengan pemuda warga Nyamplungan, Semampir, Surabaya ini. Ramainya jemaah masjid Sunan Ampel Surabaya tiap malam Jumat, dimanfaatkan oleh Fadli Baiyakup (23). Tiap malam Jumat, Fadli beraksi untuk mencari sasaran.

Monday, March 17, 2014

UI Gelar 8th National Foklore Festival

KITA seringkali abai dengan nilai-nilai yang langgeng, dan membanggakan nilai-nilai yang bersifat sementara. Khususnya generasi muda kita. Salah satu contohnya ialah warisan budaya. Kita lebih suka dengan tari Breakdance atau Shuffle atau bahkan Gangnam Style dibanding Kecak atau Tor Tor atau pun Poco Poco. Mengapa? Karena orientasi kebanyakan generasi muda kita sudah terbelenggu pada luar negeri minded. Semua yang berasal dari luar negeri dianggapnya bagus, hebat, bernilai tinggi. Padahal, orang luar negeri berusaha mencuri warisan budaya kita untuk bisa dijual di negerinya. Jelas akan sangat luar biasa kalau orang Amerika bisa menyelenggarakan pagelaran wayang kulit maupun golek, yang seluruh pelaksana acaranya adalah orang Amerika. Dalang, sinden, penabuh gamelan, dan seterusnya. Lalu kita menyaksikannya juga dengan penuh kekaguman. Kita bangga, wayang kita dimainkan oleh orang asing. Lha, kita yang punya ngapain? Akhirnya cuma jadi penonton? Ironis sekali....

Thursday, March 13, 2014

Komunitas Anak Betawi Pecinta Pantun, Palang Pintunya Budaya Betawi

KETIKA saya pertama kali berjumpa dengan komunitas ini di Jembatan Kota Intan, pada akhir tahun 2013, mereka masih menggunakan nama Komunitas Pantun Betawi. Namun karena sesuatu dan lain hal, wawancara dengan komunitas ini baru bisa terlaksana pada pertengahan Februari 2014, juga di Jembatan Kota Intan. Dan untungnya, wawancara itu baru terlaksana pada hari itu. Karena ketika komunitas ini akan dilegalkan, ternyata nama Komunitas Pantun Betawi sudah digunakan oleh komunitas lain. Maka kemudian dicarilah nama lain yang mempunyai ruh dan semangat yang sama dengan nama sebelumnya. Akhirnya, ditetapkanlah namanya, yaitu Komunitas Anak Betawi Pecinta Pantun.

Wednesday, March 12, 2014

Mantan Artis Campursari Kini Hidup Dipasung

Hidup dan nasib manusia itu seperti bulu yang diterbangkan angin, tidak tahu akan dibawa ke mana dan akhirnya akan jatuh di mana. Seperti itulah nasib yang dialami oleh mantan penyanyi campursari, Dwi Purwaningsih (32), yang terpaksa hidup dalam pasungan di sebuah kamar berukuran 2x3 meter sejak 12 tahun silam, karena mengalami gangguan kejiwaan akut. Dwi tak sendiri. Sang kakak, Eko Prasetyo (37), keduanya tinggal di Dusun Manjungsari, Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur, juga ikut dipasung.

Friday, March 7, 2014

Ribuan Surat Bung Karno ke Tokoh Dunia Dilacak

Jasmerah. Inilah salah satu upaya untuk mengikuti anjuran Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yakni dengan mengumpulkan surat-surat Bung Karno yang jumlahnya ternyata ribuan dan tersebar ke seantero dunia, di tangan tokoh-tokoh dunia dan kolektor.
Pengurus Yayasan Bung Karno, Eddi Elison, mengatakan lembaganya saat ini sedang berburu surat-surat Bung Karno ke sejumlah pemimpin negara sahabat Indonesia. Salah satu hasilnya, ditemukan 1200 surat presiden pertama Indonesia ini ke Presiden Yugoslavia saat itu, Joseph Broz Tito. "Ternyata ada 1200 surat. Kami kaget saat Presiden Serbia mengatakan ingin menyerahkan seluruh koleksi itu," kata Eddi seusai peluncuran buku Bung Karno: Kolektor dan Patron Seni Rupa Indonesia di gedung Sekolah Pascasarjana UGM Pada Kamis, 6 Maret 2014.

Sunday, February 23, 2014

Jangka Jayabaya, saat Jawa kosong dihuni jin, setan dan demit

Bagi Anda yang suka dengan sejarah, mungkin penjelasan Ki Tuwu - ahli sejarah Kediri - ini bisa menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat mengenai asal muasal kehidupan di tanah Jawa. Silakan....

Dalam Kitab Sapta Pudjangga dan juga Primbon Djayabaya karya R. Ng Ronggowarsito dikisahkan, konon setelah merasa cukup berguru kepada Syaikh Syamsuddin Al-Wasil, Prabu Jayabaya bercerita tentang kondisi tanah Jawa saat masih kosong hingga kiamat kubro. Cerita itu ditulis dalam Kitab Musasar yang menjadi babon buku Jangka Jayabaya.

Saturday, February 22, 2014

Kisah hidup di panti, 1 piring makan buat 10 anak

Keluh-kesah adalah sifat manusia. Itu sebabnya Tuhan menyuruh kita untuk bersyukur, supaya dada kita kembali lega dan mata kepala serta mata hati kita bisa melihat dengan jelas bahwa penderitaan itu bukan ada pada diri kita, bukan hanya menimpa kita. Ada yang lebih menderita dari kita. Bahkan tak sedikit yang harus menanggung penderitaan hampir di sepanjang hidupnya. Mereka yang hidup di panti asuhan misalnya. Pernahkah kita mencoba memahami bagaimana beratnya hidup mereka di sana? Mungkin tulisan berikut ini bisa memberi kita gambaran akan bagaimana hidup mereka di panti asuhan. Silakan disimak....

Tuesday, February 4, 2014

Menyiapkan Anak Jalanan ke Street Child World Cup 2014

INI adalah momentum untuk kita berhenti menganggap anak jalanan sebagai masalah, dan mengubahnya menjadi saat untuk menemukan potensi besar yang selama ini kita abaikan. Dan kemudian membawa mereka ke kancah yang bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya, yaitu Street Child World Cup (SCWC) 2014, di negeri sepak bola – Brasil, di Kota Rio de Janeiro. Di sana, nanti kita akan memperoleh jawaban, apakah mereka memang intan terpendam yang selama ini kita lewatkan, atau memang masalah sosial yang mesti kita atasi dengan cara-cara yang lain. 

Monday, January 20, 2014

Tiga Hari Bersama Banjir Jakarta

Di bantaran Kali Ciliwung, banjir tak pernah mengenal belas kasihan....
(sebuah catatan bencana) 

Pada hari Minggu, tanggal 12 Januari 2014, BMKG mengeluarkan peringatan akan terjadinya siklon tropis di wilayah Indonesia Bagian Barat dan di Nusa Tenggara Timur. Jadi, dalam satu atau dua hari ke depan, bakal terjadi cuaca buruk di wilayah antara Sumatera hingga Sulawesi. Dan buat saya, itu adalah berita yang sangat mematahkan hati. Karena kebetulan, saya sudah membuat janji untuk pergi ke Pulau Pramuka, di Kepulauan Seribu, pada hari Selasa, 14 Januari 2014.

Tuesday, December 24, 2013

Proklamasi Kedua RI di Dunia Maya

MEMPUNYAI nama domain dengan kode nama negaranya adalah idaman setiap warga negara yang bangga dengan identitas kebangsaannya, seperti orang Inggris bangga dengan domain .uk atau Amerika dengan .us. Mengapa kita masih harus memakai nama domain tingkat dua, seperti, co.id, biz.id, or.id, go.id, dan sebagainya. Kenapa tidak langsung pada nama domain tingkat tinggi .id, sehingga kita bisa memakai nama domain jakarta.id misalnya, atau tnol.id, dan bukan tnol.co.id? Apa karena kita memang bangsa yang suka dengan yang ribet-ribet? Karena yang ribet-ribet itu sangat berpotensi melahirkan uang jasa tambahan?

Sunday, December 22, 2013

Kalau Ditanya, "Kapan Menikah?" Ini Jawaban Ampuhnya...

SEBAGAI seorang jomblo yang happy, jelas kenyamanan hidup bakal terusik berat kalau ada yang usil bertanya, "Kapan mau menikah?" Padahal lagi asyik-asyiknya menikmati hidup bebas sebagai seorang jomblo sejati yang happy. Nah, selain kenyamanan hidup jadi terusik, masalah jawaban juga jadi hal yang bisa bikin kepala mendadak pusing tujuh keliling. Soalnya, kalau sampai salah memberi jawaban, pembahasan akan jadi tambah panjang lebar. Dan itu betul-betul bisa jadi neraka lahir-batin. Oleh karena itu, silakan disimak kiat-kiat dalam menjawab pertanyaan soal "Kapan menikah?" di bawah ini. Dan... selamat menikmati saat-saat menjomblo yang penuh happy itu....

Monday, December 9, 2013

Kakek Nenek Tinggal di Stasiun Karena Kehabisan Uang

MUSIBAH tabrakan antara KRL dengan truk tangki BBM Pertamina di Bintaro, ternyata tak hanya menyusahkan keluarga korban, namun juga penumpang kereta api yang lain. Kusniah (57) dan Aman (60) salah satunya. Karena tak punya uang untuk ongkos menggunakan angkutan lain untuk pulang, akhirnya mereka memilih tetap tinggal di kereta yang mereka tumpangi, yang berhenti di Stasiun Palmerah. Padahal tak jelas kapan kereta yang mereka tumpangi itu akan kembali beroperasi. 

Tuesday, November 19, 2013

Mahasiswa Berbuat Mesum di Kebun Raya Bogor, Gancet Sampai Mati

PADA tahun 90-an pernah berhembus kabar sejoli yang gancet saat berbuat mesum di Kebun Raya Bogor. Kabar tak sedap itu pun sayup-sayup menyebar ke warga kota hujan. Benarkah ada cerita sejoli yang nekat berbuat mesum dan gancet di Kebun Raya Bogor?Benar tidaknya kabar tersebut hingga kini masih simpang siur. Namun warga kota Bogor banyak yang mengaku pernah mendengar kabar itu.

Friday, April 26, 2013

Sabeni Tewas Mengering di Belantara Gedung Ibukota

Lelaki bernama Sabeni, warga Bekasi kelahiran 1959, ditemukan tewas mengenaskan. Saat ditemukan Sabeni hanya tinggal berwujud kerangka dan tengkoraknya putus dari tulang leher. Sungguh menyedihkan.
Sabeni tewas di sebuah kebon kosong di kawasan Kebon Kacang 12, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari kebon kosong tersebut terlihat jelas gedung-gedung pencakar langit Ibu Kota. Bahkan Hotel Grand Hyatt juga tampak berdiri gagah beberapa ratus meter dari lokasi penemuan kerangka Sabeni.
Penemuan kerangka Sabeni bermula saat tukang bakso, Suripto bermaksud memberi makan warga Bekasi itu. Suripto mengaku sudah lama tidak berjumpa dengan Sabeni dan bermaksud memberi makan siang ini.

Tuesday, April 23, 2013

Bocah Disunat Jin, Apa Bisa?

ADA cerita mistis di balik bocah berusia lima tahun dengan nama Alim. Putera pasangan Zainudin (46) dan Titin (40) ini diduga disunat secara gaib oleh mahluk halus berbentuk jin. 
Kejadian ini sontak menggegerkan warga Gang Pohon Ambon Jalan Jembatan Besi No 15 RT 7/RW 8, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Titin menceritakan, sejak Senin sore (22/4) terjadi keanehan yang dialami anaknya setelah bermain di Gedung Sekolah Dasar Negeri Makbul, Jembatan Besi.
"Kemarin sore Alim saya tinggal di rumah, tahunya dia pergi bermain di SDN Makbul sama teman-temannya. Habis main dia pulang ke rumah jam 16.00 WIB sambil pegang-pegang kelaminnya," tutur Titin, Selasa (23/4).

Friday, March 22, 2013

Ogah Dinasihati, Anak Penjarakan Bapak

Zaman sudah berubah. Segalanya sudah tidak lagi menjadi mudah, termasuk dalam menasihati anak. Sebab, sudah banyak kejadian anak menuntut orangtuanya karena tak terima dinasihati dengan cara keras. Dan apa yang terjadi di Banyuwangi ini adalah salah satu contohnya. Silakan disimak kejadiannya.
Tidak terima dinasehati dengan cara kasar, seorang anak di Banyuwangi, Jawa Timur, tega menjebloskan ayah kandungnya ke dalam tahanan Polsek Giri. Korban IA, gadis 16 tahun, dipukul gagang sapu gara-gara membantah dinasehati jangan duduk mengangkang saat makan.