Thursday, November 1, 2012

ITB Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut

Indonesia adalah negeri maritim, dimana sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Maka setiap upaya memanfaatkan sumber daya laut adalah langkah yang paling tepat. Termasuk dengan memanfaatkan arus laut sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik.
Peneliti Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Safwan Hadi mengatakan, ribuan pulau-pulau kecil di Indonesia berpotensi mendapatkan penerangan lewat pembangkit tenaga arus air laut. Sekelompok alumni ITB jurusan Oceanografi pun telah membuat pembangkit berbasis arus laut.
Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut ini pertama kali digagas oleh Nurana Indah Paramita, bersama 13 orang dalam tim yang tergabung dalam T-Files Indonesia. “Secara rill, pembangkit baru diaplikasikan pada tahun 2008 dan 2009 di kawasan Bali dan Lombok," kata Paramita kepada Tempo di sela seminar kelautan bertajuk Poseidon, Ocean Science For Indonesia Future, Kamis, 1 November 2012."Kita belum masuk ke pelayanan rumah-rumah penduduk karena energi listriknya memang masih terbatas.” 

Dia menjelaskan satu unit pembangkit dapat menghasilkan 10 KiloWatt. Meski idealnya, satu pembangkit listrik menghasilkan satu Mega Watt. Ia beralasan penyaluran pembangkit tenaga arus laut ini masih di lingkup penerangan fasilitas umum di pulau-pulau kecil.
Karena mengandalkan tenaga arus laut, pembangkit ini memang optimal jika diterapkan di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Safwan Hadi menambahkan, pembangkit sangat tergantung pada seberapa kuat arus laut menggerakkan generator listrik. 
Adapun pencarian arus air laut potensial  memakai sistem numerik, atau pemetaan daerah, serta survei dan pengukuran di lapangan. “Dalam penelitian kami, sejauh ini arus air laut yang paling besar terdapat di kawasan selat, seperti selat lombok, selat Alas, selat Sunda, juga Selat Bali,” ujar Safwan.
Pada tahun 2011, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut ini semakin berkembang setelah adanya kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kontes Wirausaha Mandiri yang diikutinya mempertemukan tim T-Files dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan kemudian mereka menjalin kerja sama. Paramita mengaku, Dahlan menawarkan kerja sama kepada T-Files.
“Kami menjalin join operation sama BUMN tepatnya sejak bulan Maret 2012, yakni PT INTI, dimana mereka yang produksi pembangkit listriknya.”
Ia berkisah awalnya proyek yang mulai berjalan tahun 2005 ini merupakan rangkaian dari tugas akhirnya saat masih menjadi mahasiswa ITB jurusan Oceanografi. Langkah pertama adalah mencari kawasan perairan Indonesia bekerja sama dengan para peneliti dari beberapa pusat penelitian lainnya. Proyek ini pun bisa diaplikasikan di sejumlah wilayah.
SONIA FITRI (BANDUNG), Tempo.co