Wednesday, August 13, 2014

Awas! Kopi 'Palsu' Bakal Membanjiri Pasar

Satu hal yang harus mulai kita sadari dan waspada ialah, bahwa suplai bahan makanan alami mulai mengalami defisit akibat kekacauan iklim di bumi. Dan sengan kian parahnya perubahan iklim, maka akan makin sulit pula kita mendapatkan bahan makanan. Dan keadaan itu, akhirnya menimbulkan tindakan-tindakan curang dari para produsen bahan makanan. Tak terkecuali juga terjadi pada kopi. Supaya tahu, silakan ikuti berita berikut ini.

Benarkah Anda pecinta kopi sejati dengan menyeduh kopi instan setiap pagi untuk memulai hari?  Pikirkanlah lagi.
Kekurangan suplai kopi dunia akibat perubahan iklim telah meningkatkan kemungkinan bahwa bubuk kopi yang biasa digunakan memiliki "pengisi" lain di dalamnya yang mengalahkan kandungan kopi asli. Bahan yang umum digunakan untuk campuran kopi ini adalah gandum, kedelai, gula merah, barley, jagung, biji-bijian, dan bahkan kadang ranting dimana biji kopi menempel.

Hal ini ditegaskan dalam penelitian yang dihajat sebuah tim lintas perguruan tinggi di Brasil. Penelitian ini dilakukan dengan didasarkan pada fakta  bahwa 70 persen pasokan kopi global dapat habis pada tahun 2080. Menurut para peneliti, Brasil yang merupakan penghasil kopi utama dunia biasanya menghasilkan sekitar 55 juta kantong kopi setiap tahun, tetapi proyeksi 2014  hanya 45 juta.
Penelitian dilakukan untuk mengembangkan suatu proses sederhana untuk mendeteksi kopi palsu. Untuk mengidentifikasi pengisi dalam kopi yang ditambahkan dengan sengaja, para peneliti menggunakan kromatografi cair, yang sensitif memisahkan komponen dalam campuran yang diidentifikasi. Karena kopi terdiri dari karbohidrat, para peneliti percaya bahwa mereka bisa menciptakan apa yang mereka sebut sebagai "sidik jari karakteristik" yang akan mengidentifikasi mana kopi murni dan mana kopi 'palsu' itu.
"Pengujian kami memungkinkan untuk mengetahui dengan akurasi 95 persen kopi murni atau kopi palsu dengan campuran banyak," kata Suzana Lucy Nixdor dari State University of Londrina, salah seorang peneliti. Penelitian ini masih dalam pengembangan, namun tim Nixdor telah mpresentasikan temuan awal mereka dalam National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) ke-248 baru-baru ini.