Tuesday, February 4, 2014

Menyiapkan Anak Jalanan ke Street Child World Cup 2014

INI adalah momentum untuk kita berhenti menganggap anak jalanan sebagai masalah, dan mengubahnya menjadi saat untuk menemukan potensi besar yang selama ini kita abaikan. Dan kemudian membawa mereka ke kancah yang bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya, yaitu Street Child World Cup (SCWC) 2014, di negeri sepak bola – Brasil, di Kota Rio de Janeiro. Di sana, nanti kita akan memperoleh jawaban, apakah mereka memang intan terpendam yang selama ini kita lewatkan, atau memang masalah sosial yang mesti kita atasi dengan cara-cara yang lain. 


Street Child World Cup (SCWC) 2014 adalah sebuah perhelatan sepak bola bagi anak-anak jalanan, dalam upaya untuk menangkap bakat-bakat yang terpendam di keriuhan jalanan. Adalah Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN) yang diberi kesempatan untuk mendulang kekayaan bakat-bakat “Garuda Baru” di negeri tercinta ini, memilah dan memilihnya sebelum kemudian dipertarungkan di kancah ternasional, di negeri sepak bola dunia – Brasil.

Maka, setelah melalui seleksi lokal yang diselenggarakan di 6 kota, yaitu Medan, Makassar, Surabaya, Palembang, Bandung, dan Yogyakarta, proses seleksi Garuda Baru pun mulai dilaksanakan di Jakarta, di Lapangan Sepak Bola Pertamina, Simprug, pada hari Sabtu, 1 Februari 2014. Ada 30 anak jalanan, hasil dari penyeleksian awal yang berjumlah 222 anak jalanan, dengan rentang usia antara 13-16 tahun yang terdaftar ikut dalam proses seleksi tersebut. Dari 30 anak itu, akan terus diuji selama 30 hari, sampai akhirnya diperoleh 10 anak, yaitu satu tim Garuda Baru, yang nantinya akan diberangkatkan ke ajang Street Child World Cup 2014, Rio de Janeiro, Brasil.

Mereka yang lolos seleksi, pastinya akan dibina dulu di training camp sebelum ditandingkan ke Brasil. Dan mereka akan memperoleh bimbingan yang ketat, yang meliputi skill dalam bersepakbola, dan juga dalam hal kesehatan serta disiplin. Semua ini, jelas dilakukan untuk mengubah pola hidup mereka, yang selama ini bisa semau-maunya menjadi terarah dan disiplin. Bila mereka memang punya impian untuk mengubah nasib, maka mereka pasti akan bisa melampaui segala kendala dan kesulitan di waktu-waktu mendatang, baik selama di training camp maupun pada saat bertarung di lapangan hijau di kancah internasional.

Di atas semua upaya itu, yang terpenting adalah kepedulian dan kerelaan kita untuk turut mendukung. Sebab, pastinya usaha untuk mengentaskan anak jalanan ini tidak akan berhenti sampai di situ saja. Masih banyak yang harus dilakukan buat mengembalikan mereka ke jalan masa depan yang cemerlang dan bermartabat. Sebab Tuhan menciptakan segala sesuatu untuk menjadi berguna bagi yang lain. Harusnya demikian juga dengan anak-anak jalanan itu....