Tuesday, February 25, 2014

Pendemo dan Polisi Ukraina Ini Saling Jatuh Cinta

Lidia Pankiv di depan barikade polisi anti huru hara Ukraina
Cinta adalah misteri yang tak pernah dapat diungkap polanya. Itu sebabnya segala yang berkaitan dengan cinta selalu menarik untuk dikisahkan. Dan bagai misteriusnya cinta itu sendiri, secara misterius pesona cinta selalu saja tak bisa ditolak oleh siapa pun. Karenanya, bahkan orang yang paling kejam dan dianggap tak punya perasaan, masih tetap memiliki rasa cinta.

Jadi, kalau ada kisah tentang dua orang yang berhadapan sebagai seteru saling jatuh cinta, itu bukanlah keajaiban. Itu adalah misteri cinta. Seperti yang terjadi dengan Andrei dan Pankiv di Ukraina, dalam kisah berikut ini.

Hanya di Ukraina, cinta melintasi barikade antara aparat keamanan dengan demonstran. Salah satu aktivis demonstran, Lidia Pankiv (24) mengangguk saat seorang personel polisi anti huru-hara jatuh cinta dan melamarnya via SMS. Sang polisi mengaku jatuh hati pada keberanian Pankiv.

Polisi berpangkat perwira ini mengaku sudah mengagumi wanita yang berprofesi sebagai jurnalis ini sejak ia pertama terlibat dalam aksi unjuk rasa menentang korupsi dan menuntut perubahan beberapa bulan lalu. Sejak itu, polisi yang minta dipanggil dengan nama depannya saja, Andrei, ini kemudian mencari jalan agar bisa berkomunikasi dengan Pankiv. Namun, ketika dia dalam pakaian seragam dan bertugas, tak mungkin melakukannya.

Namun, jodoh memang tak lari ke mana. "Kami berada dekat dengan polisi dan saya mendapat telepon dari seorang teman yang meminta saya untuk membantu menemukan temannya yang ditangkap," katanya. Ia pun mengungkapkan permintaan sang teman pada polisi di depannya, Andrei.

"Aku mengatakan padanya untuk meneleponku untuk mengabarkan jika ada perkembangan, dan aku memberinya nomor teleponku," katanya. "Aku berteriak hingga dua kali karena dia tak mendengar."

Alih-alih panggilan telepon yang dia terima, Pankiv justru menerima SMS lamaran. Andrei mengatakan bahwa ketika melihat Pankiv berdiri di depan barikade polisi dan menempatkan dirinya di antara orang-orang bersenjata, nalurinya tergerak untuk melindungi. "Aku berdiri di malam itu dengan perisai di depanmu. Ketika kamu menghentikan langkah dan tepat berdiri di depanku, aku menyadari bahwa aku ingin menikahimu. Andrei," demikian bunyi SMS itu.

Pankiv, yang bercerita pada wartawan setelah kubu demonstran meraih cita-citanya menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych mengaku sangat terkejut menerima SMS itu. "Saat aku kemudian setuju untuk bertemu dengannya, yang aku pikirkan cuma satu, yaitu untuk meyakinkan bahwa ia berada di sisi yang salah. Aku sama sekali tidak berharap untuk menemukan diriku jatuh cinta padanya," katanya. Namun setelah keduanya bertemu, "Aku menyadari bahwa aku juga mencintainya."

Maka pada Desember, mereka resmi menjadi sepasang kekasih, bahkan lebih jauh lagi, merencanakan pernikahan. Namun keduanya sama-sama menyebunyikan percintaan mereka karena alasan keamanan masing-masing. Baru setelah revolusi berhasil, media lokal memburu keduanya dan kisah cinta mereka menghiasai halaman depan koran-koran lokal Ukraina.

No comments:

Post a Comment