Tuesday, September 2, 2014

Kisah Isabel yang Terkubur Hidup-hidup di Pantai

TEMPO.CO, Oregon - Perhatian bagi para orang tua yang mengajak putra-putrinya bermain ke pantai. Pada Jumat, 29 Agustus 2014, terjadi sebuah peristiwa tragis yang menimpa seorang anak yang tengah bermain pasir di Pantai Oregon, Amerika Serikat. Anak tersebut terkubur hidup-hidup di dalam lubang pasir.

Adalah Isabel Grace Franks, 9 tahun, korban dari peristiwa tragis tersebut. Hari itu, ia dan keluarganya pergi ke Lincoln City dan berwisata ke Pantai Oregon. Pada sore harinya, Isabel bersama saudaranya bermain pasir di pantai. Mereka menggali pasir dan membuat sebuah lubang besar. Posisi Isabel kala itu berada di dalam lubang. Sedangkan saudaranya yang tidak disebutkan namanya ini berada di luar lubang.
Awalnya semua berjalan tenang, hingga akhirnya terdengar suara teriakan. Tracey Dudley, seorang tamu hotel yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku mendengar suara teriakan seorang anak berkali-kali. "Kami mendengar suara teriakan. Awalnya kami mengira itu anak-anak yang sedang bermain-main dan bercanda. Tapi teriakan itu berulang kali," katanya.
Para pengunjung pantai yang berada di sekitar lokasi mencoba menolong Isabel sebisa mereka. Mereka berusaha menggali pasir yang mengubur Isabel. Namun, apa daya, pasir itu tetap berjatuhan ke titik lubang dan mengubur Isabel.
Tak lama, petugas kepolisian dibantu petugas dari dinas pemadam kebakaran datang ke lokasi dan berusaha mengeluarkan Isabel dari dalam lubang pasir yang menguburnya. Dipercaya Isabel terkubur di dalam lubang pasir sedalam 2-4 kaki selama 5-7 menit.
Ketika berhasil dikeluarkan, Isabel tak sadarkan diri dan tidak bernapas. Petugas berupaya memberinya bantuan CPR atau napas buatan, tapi tidak membuahkan hasil. Isabel akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Samaritan North Lincoln. Namun sayang, nyawa Isabel tidak dapat diselamatkan.
Petugas kepolisian Lincoln City, Brian Eskridge, menegaskan bahwa lumrah bagi anak-anak bermain pasir, membangun istana pasir, membuat lubang, dan sebagainya saat berada di pantai. Yang jarang disadari oleh orang banyak adalah sifat pasir yang apabila kita menggalinya, pasir itu akan kembali lagi ke pusat atau ke pusaran penggalian, sehingga kemungkinan "terkubur" sangat bisa terjadi. Tak hanya itu, sifat pasir juga menyebabkan proses penyelamatan korban yang terkubur menjadi sulit.
Kejadian yang dialami oleh Isabel merupakan peristiwa ketiga yang terjadi dalam tahun 2014. Sebelumnya, pada 23 Juni dan 21 Juli 2014, peristiwa serupa terjadi masing-masing di North Carolina of Outer Banks dan Half Moon Bay.
ANISA LUCIANA | ABC NEWS | CNN.COM | REUTERS.COM