Wednesday, September 3, 2014

Kisah istri jenderal polisi jujur, pinjam uang ibu buat belanja

Ada yang bilang, hidup ini one way ticket. Kita cuma punya satu kali kesempatan buat segalanya. Dan untuk itu kita berjuang, agar menjadi berarti. Sebagian berhasil mencapai cita-citanya, yang lain masih terus berjuang hingga akhir hayat mencegatnya. Lalu, di ujung semua jerih-payah itu, apa yang akan diwarisi oleh anak-cucu? Harta? Atau martabat? Mana yang lebih baik untuk diwariskan? Kebanyakan kita lebih memilih yang pertama, karena mengira harta bisa untuk membeli martabat.
Benarkah demikian? Yang menerima warisan kitalah yang akan mendapatkan jawabannya. 

Ada kisah menarik bagaimana kehidupan seorang istri pejabat polisi. Teladan yang diberikan Irjen Ursinus Ellias Meddelu. Ursinus menjabat komandan lalu lintas Polri tahun 1965-1972. Tujuh tahun dia berada di lingkungan yang sangat 'basah'. Tapi jenderal ini sama sekali tak berfikir untuk korupsi.

Gajinya saat itu sebagai Brigjen Polisi tak besar. Karena cuma mengandalkan gaji, Ursinus bahkan terpaksa ngutang sama mertua untuk membiayai istri dan delapan anaknya.

Ursinus merasa beruntung karena istrinya Napa Dahlia Adriana Christina Medellu juga mengikuti gaya hidupnya yang sederhana. Padahal biasanya, ibu-ibu Korps Bhayangkara dikenal hidup glamor.

"Napa bisa menerima pola kehidupan saya yang dianggap melawan arus. Terkadang saya merasa kasihan kalau mengingat istri mengalami kondisi serba sulit," ungkap Ursinus buku Bhayangkara Pejuang Melawan Penjajah dan Arus Korupsi, terbitan Gramedia Pustaka.

Secara gamblang Ursinus mengakui, untuk ukuran seorang Jenderal kehidupannya sangat memprihatinkan. Uang pensiunannya tak cukup membiayai keluarganya. Tapi dia tak menyesal. Buatnya, kemewahan yang berasal dari hasil korupsi malah membuatnya lebih menderita.

"Napa beberapa kali memberitahu soal keterbatasan uang untuk biaya hidup. Tapi dia tak mengomel atau marah-marah. Sebatas memberitahu saja," tambahnya.

Setiap menghadapi masalah keuangan, untungnya Ursinus merasa Tuhan selalu memberinya jalan. Melalui mertuanya (orangtua Napa) yang hidup berkecukupan, Jenderal polisi itu malah harus meminjam uang untuk sekadar mengisi perut anak-anak dan istrinya.

"Napa biasanya meminjam uang dulu dari ibu saat kita sangat membutuhkan. Tapi kita disiplin, setelah gajian harus dibayar kembali," kisahnya.

Ursinus merasakan kehebatan sang istri yang berjuang bersamanya dalam hidup yang pas-pasan. Padahal Napa terbiasa dengan hidup layak.

"Saya anggap ini kebaikan Tuhan, karena Napa tidak pernah menekan agar mencari uang yang tidak benar," tandas mantan Kapolda Sumut ini bangga.

Anak sulung Ursinus, Elias Christian Meddelu menuturkan mungkin di perumahan perwira tinggi Polri dulu, keluarga Ursinus yang hidupnya paling sederhana. Soal kejujuran, Ursinus sangat tegas. Tak ada satu rupiah pun uang kepolisian boleh dikorupsi.

"Papa takut hukum Tuhan. Dia tak mau korupsi," kata Elias soal mendiang ayahnya yang meninggal 8 Januari 2012 lalu.

Andai saja semua pejabat polisi bisa meneladani kisah ini.