Thursday, January 30, 2014

Jualan buah di WeChat dapat penghasilan Rp. 40 juta per bulan!

SEMUA orang tahu bagaimana perusahaan besar dan kecil akan memanfaatkan media sosial untuk menghasilkan pendapatan. Di Asia, brand terkenal seperti McDonalds, Maybelline, Xiaomi, dan 7-11 telah menjalankan promosi di sejumlah jejaring sosial populer.

Tapi WeChat, aplikasi chatting yang dimiliki oleh Tencent (HKG:0700), bahkan menjangkau bisnis terkecil dari usaha kecil, dan salah satu contoh yang paling baik adalah Du Hailong, mahasiswa ilmu komputer berusia dua puluh satu tahun yang telah membangun bisnis menjual buah ke teman-teman sekelasnya melalui WeChat.


Hampir setiap hari selama empat bulan terakhir, Du dan lima temannya bekerja sama untuk menyediakan buah segar di sekitar kampus Liaocheng University di Provinsi Shandong, yang terletak sekitar 120 kilometer dari ibukota Jinan.

Mahasiswa yang mengikuti akun WeChat bernama Weiguofang, nama bisnis Du, dapat menelusuri transaksi harian pada berbagai buah-buahan dan makanan ringan. Setelah menerima pesanan melalui WeChat, tim Weiguofang langsung mengirimkan buah ke lokasi pelanggan saat itu, dan pembayarannya dilakukan secara tunai.

Du dulunya pernah menjadi entrepreneur online dan memiliki beberapa toko online di Taobao, marketplace terkemuka China. Tapi ia menganggap Weiguofang sebagai keberhasilan terbesarnya sejauh ini, karena bisnisnya membantu memecahkan masalah nyata di sekitar kampusnya.

Saya memutuskan untuk menjual buah karena stand buah di universitas saya semua berkualitas rendah dan mahal. Saya tahu, saya ingin memulai bisnis saya sendiri, dan saya juga ingin membantu memberikan kemudahan bagi teman-teman sekelas saya.

Menurut Du, WeChat adalah alat menarik untuk meluncurkan bisnis karena fleksibilitas dan keterbukaan yang dimiliki aplikasi chatting ini.

Sebelum saya membuka toko saya, saya selalu memperhatikan evolusi akun publik di WeChat. Saya bisa melihat bahwa Tencent benar-benar menghargai itu. Akun publik menjadi lebih terbuka dan Anda bisa meng-upgrade-nya. API-nya juga terbuka. Taobao sudah terlalu penuh – sulit untuk berpenetrasi dan ada banyak pemalsuan dan iklan di sana. WeChat sedikit lebih cepat. Sebuah bisnis kecil masih dapat memiliki brand sendiri di aplikasi ini. Jadi ketika waktunya tepat, saya memulai Weiguofang.

Weiguofang tumbuh lambat tapi stabil sejak berdiri pada Juli lalu. Tim Weiguofang menyimpan buahnya dalam dua ruang penyimpanan di dekat kampus, dan telah memulai hubungan kerja sama dengan sebuah pertanian terdekat. Dengan pendapatan bulanan mendekati 20.000 RMB (Rp 40,3 juta), Weiguofang tidak membuat Du dan temannya kaya. Tapi itu sudah cukup berhasil untuk memuaskan ambisi entrepreneurship Du, yang ia harapkan dapat dilanjutkan setelah lulus nanti.

“Impian saya sejak kecil adalah menjalankan bisnis saya sendiri,” kata Du. “Saya tidak peduli apa industri apa yang saya masuki. Saya akan selalu mewujudkan mimpi itu.”