Monday, January 2, 2012

Ngebut Pakai Hoverbike, Serasa di Star Wars

PENGENDARA sepeda motor pastinya sudah terbiasa dengan terpaan angin ketika sedang memacu kendaraannya. Namun kini, sensasi itu akan menjadi berbeda karena Hoverbike. Chris Malloy, perancang Hoverbike, mengatakan, “Dengan mesin 4 tak berkapasitas 1170 cc, yang menghasilkan daya 80 kW, 2 baling-baling digerakkan untuk menghasilkan dorongan yang besar agar kendaraan bisa mengudara. Hoverbike ditargetkan bisa mengudara dengan ketinggian lebih dari 10.000 kaki  dan melaju dengan kecepatan 150 knot (278 km/jam). Saat ini, angka-angka itu memang masih berupa bilangan di atas kertas, karena belum terbukti melalui pengujian. Namun Malloy telah membuat prototipe Hoverbike dan siap melakukan uji penerbangan dalam waktu dekat.
Sehari-hari, Malloy bekerja di sebuah perusahaan rekayasa optik di Australia, di bagian perancangan mekanis udara dan tanah berbasis sensor hyperspectral. Sepulang kerja, dan juga di akhir pekan, Malloy menghabiskan waktunya untuk bekerja keras membangun Hoverbike di garasi rumahnya. Dan ia telah menghabiskan dua setengah tahun untuk itu. Usahanya itu diawali ketika ia diminta oleh instruktur helikopter, untuk mengembangkan Helikopter Robinson R22 Light menjadi sepeda motor terbang. Tak sependapat, Malloy lalu membangun sebuah kendaraan yang lebih menyerupai sepeda motor udara.
Hasilnya adalah sebuah prototipe Hoverbike berpenumpang tunggal, yang mengemudi di antara dua bingkai rotor, yang terbuat dari Kevlar dan diperkuat oleh serat karbon dengan inti busa. Baling-balingnya terbuat dari kayu Oak Tasmania, berputar horisontal, dan dilapisi serat karbon. Prinsip kerjanya sama seperti Helikopter Chinook dengan dua baling-baling tunggal.
Sistem pengendaliannya seperti pada sepeda motor, yaitu di stang. Untuk gerakan maju atau mundur dikendalikan lewat gagang setang. Seperti juga pada sepeda motor, gagang setang kanan untuk meningkatkan atau menurunkan daya dorong. Kalau di sepeda motor, istilahnya untuk ngegas. Bedanya dengan sepeda motor, di Hoverbike, gagang setang sebelah kiri berfungsi untuk menentukan arah Hoverbike, apakah naik, ke depan, atau ke belakang. Sedangkan untuk berbelok, ya seperti biasanya, dengan memutar setang ke kanan atau ke kiri. Hanya saja, ada tambahan gerakan yaitu untuk menaikkan atau menurunkan arah. Soalnya, hoverbike ini 'kan terbang. Jadi, ya ada gerakan lepas landas, naik, dan gerakan landing, turun.
Bagaimana dengan sistem keamanannya? Hoverbike ini pastinya sudah dirancang dengan memperhatikan segi keamanan yang cukup baik, terutama dalam mekanismenya, termasuk seandainya mesin tiba-tiba mogok. Kalau sepeda motor darat, mogok, 'kan tinggal didorong ke pinggir. Tapi Hoverbike, kalau mogok, ya pastinya akan jatuh. Nah, makanya, sebagai perlengkapan keselamatan tambahan bagi pengendara, wajiblah mengenakan parasut juga. Hoverbikenya bagaimana? Ternyata juga sudah dilengkapi dengan parasut, yang otomatis akan membuka kalau mesinnya mogok. Pastinya supaya tak jatuh sembarangan dan menimpa tukang bakso langganan Anda.
Malloy mengatakan, ia berencana akan menggunakan gyros sebagai sistem pengendalian Hoverbike di kemudian nantinya. Sistem itu telah dirancang dan diuji, baik sirkuit maupun programnya. Namun untuk saat ini, fokusnya masih pada sistem mekanis yang sudah dibuat, agar diperoleh desain yang benar-benar stabil. Namun untuk pengendaliannya, dimungkinkan mengemudikan Hoverbike secara alternatif, yaitu sepenuhnya manual sehingga pengendara bisa berakrobat. Baling-baling akan disempurnakan penempatannya, agar pengemudi aman darinya.
Hoverbike ini panjangnya 3 m, lebar 1,3 m, tinggi 55 cm, dan berat 105 kg. Namun pada saat lepas landas beratnya menjadi 270 kg. Tangki bahan bakar Hoverbike berisi 30 liter, dan cukup untuk menjangkau jarak sejauh 148 km, dengan kecepatan 148 km/jam atau 80 knot. Apabila diperlukan, untuk menjangkau jarak yang lebih jauh, tangki bahan bakar bisa digandakan kapasitasnya dengan penambahan tangki cadangan.
Malloy berharap Hoverbike-nya akan memiliki performa mendekati kemampuan helikopter dan pesawat akrobat dua baling-baling seperti Robinson R22. Namun karena ukuran baling-baling yang lebih kecil, maka penggunaan bahan bakar jadi terhitung lebih boros.
Meskipun gambarannya seperti upaya mengatasi kemacetan jalan dengan cara yang keren dan menyenangkan, namun sesungguhnya Hoverbike ini bisa dijadikan sebagai pesawat ringkas yang sanggup kerja keras di udara, dengan berbagai fungsi yang beragam, mulai dari pencarian dan penyelamatan ternak, survei udara, film, inspeksi kabel listrik, keperluan militer, serta layanan darurat.
Bagaimana dengan SIM-nya? Tentunya ini berkaitan dengan masalah regulasi dan aturan yang berlaku di tiap negara. Karena Hoverbike adalah kendaraan dengan kategori sejenis pesawat udara, maka untuk bisa mengendarai Hoverbike, pengendara harus memenuhi ketentuan yang berkaitan dengan persyaratan seorang pilot pesawat ringan, karena di Amerika Serikat Hoverbike diklasifikasikan sebagai Pesawat Ultralite.
Berapa harga sepeda motor terbang atau Hoverbike Malloy ini? Dengan produksi terbatas, harganya berkisar 72 ribu dolar Amerika. Namun kalau produksinya bisa mencapai 100 unit per tahun, harganya bisa turun sampai 40 ribu dolar Amerika. Dan pastinya harga ini akan semakin turun seiring dengan besaran jumlah produksi per tahunnya. Berminat terbang dengan Hoverbike ini? Tunggu saja. Dan siapkan uangnya....