Thursday, January 5, 2012

Saus Sambal Juga Bisa Membunuh Anda

MENYANTAP menu makan siang rasanya tidak lengkap tanpa keberadaan menu tambahan yang satu ini, saus sambal. Makanan apa pun yang Anda konsumsi, pastinya akan terasa lebih nikmat dan ‘menantang’ bila di cocol atau ditambahkan saus sambal di atasnya. Bukan begitu? Kecuali Anda yang tak suka dengan sambal, tentunya sepakat dengan 'cocolan sambal' itu.
Tapi, awas, saus sambal tidak selalu layak untuk dikonsumsi. Sebab ada saus sambal yang diproduksi secara higienis serta memperhatikan standar keamanan pangan, namun banyak pula saus sambal ‘non higienis’ yang diproduksi secara ilegal dan tanpa mengindahkan standar kesehatan pangan.

Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa delapan dari sepuluh sampel saus sambal yang beredar di pasaran mengandung formalin dan diperkirakan terbuat dari pepaya, ubi, dan cabai busuk. Selain itu, ditemukan pula beberapa kandungan zat kimia lain,  seperti pewarna tekstil, pemanis buatan (askarin dan aspartam), sodium benzoat, dan kaporit, dalam saus sambal tersebut.
Para produsen liar biasanya menggunakan cara ini agar bisa menghemat biaya produksi hingga 80 persen. Bahkan kemasan saus sambal tersebut biasanya diambil dari kemasan saus sambal bekas ber-merk yang bisa diperoleh dengan mudah di pasaran, sehingga para produsen nakal bisa mengemas dan memberi label baru untuk saus sambal buatannya.
Dampak mengonsumsi saus sambal non higienis
Biasanya dampak kesehatan yang muncul akibat mengonsumsi saus sambal berbahan tidak sehat adalah: lemas, pusing, dan mual sesaat setelah mengonsumsinya. Bahkan, jika dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang lebih parah, seperti kanker, gangguan tenggorokan (radang tenggorokan), asma, gangguan pencernaan, dan gangguan sistem saraf motorik.
Tips Memilih Saus Sambal Higienis
Untuk menghindari dampak merugikan dari penggunaan saus sambal berbahan tidak sehat itu, berikut ini beberapa cara membedakan antara saus sambal higienis dan non higienis.
Terstandarisasi Depkes dan BPOM
Pastikan terdapat logo Departemen Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada kemasan saus sambal yang akan Anda beli. Pastikan juga, tercantum tanggal kedaluarsanya. Jika tidak ada, berarti Anda wajib berhati-hati dan sebaiknya jangan membelinya.
Cek Komposisinya
Baca di label kemasannya, apakah menggunakan bahan yang umum atau asing. Jika produsen tidak mencantumkan persentase dan takaran yang terkandung secara jelas, lebih baik Anda memilih merek lain yang mencantumkan komposisi lebih jelas.
Perhatikan Warnanya
Saus sambal non higienis biasanya berwarna lebih mencolok dari saus sambal higienis. Warna mencolok ini didapat dari penggunaan pewarna makanan yang melebihi batas penggunaan sehat.
Perhatikan Aromanya
Pada umumnya aroma saus sambal higienis akan mengeluarkan aroma dari bahan baku pembuatannya, yakni aroma cabe atau tomat. Sedangkan saus sambal non higienis mengeluarkan aroma bahan kimia menyengat dan tidak mengeluarkan aroma cabe atau tomat.
Ukur Kekentalannya
Saus sambal higienis biasanya lebih cair dan rata. Sedangkan saus sambal non higiensi lebih kental dan terdapat buih tepung.
Kecermatan Anda dalam memilih bahan makanan adalah jaminan kesehatan Anda dan keluarga di masa yang akan datang. 
Jadi, berhati-hatilah dalam memilih bahan makanan.