Saturday, November 23, 2013

Wah, Akan Ada Iklan di BBM!



PADA akhirnya, harus diakui bahwa langkah yang diambil Thorsten Heins, mantan CEO BlackBerry, adalah spekulasi yang jenius. Ia berusaha menyelamatkan atau setidaknya menahan keruntuhan BlackBerry dengan aplikasi andalan BlackBerry, yaitu aplikasi pengirim pesan instan BBM. Dia berhasil. Karena ternyata, dunia (para pemakai gadget dan penggila chatting) menyintai BBM tanpa reserve. Sehingga dalam waktu singkat, BBM berhasil menggeser dominasi WhatsApp sebagai media chatting paling banyak penggunanya.

Lalu, setelah BBM berhasil menjadi instant messenger paling banyak penggunanya, apa yang harus dilakukan? Tetap jualan gadget BlackBerry? Itu bisa jadi usaha yang sangat berresiko, mengingat minat pengguna gadget sudah mengendur pada BlackBerry. Kecuali kalau hanya berusaha bertahan sampai dapat ‘kesempatan kedua’, itu sah-sah saja. Tapi kalau BlackBerry mau sedikit menurunkan gengsinya, bisa saja toh BlackBerry membuat gadget dengan sistem operasi Android atau Windows Phone? Sebab, yang lagi digandrungi oleh pengguna gadget saat ini adalah sistem operasinya, bukan sekadar gadgetnya.

Namun rupanya, BlackBerry telah menangkap peluang yang terbuka untuknya itu. Maka, belum lama ini, BlackBerry telah mengakuisisi ScrOOn, yakni perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan halaman media sosial untuk perusahaan-perusahaan besar, yaitu antara lain Warner Bros. Entertainment, LVMH, dan lain-lain.

Apa yang akan dilakukan BlackBerry dengan mengakuisisi ScrOOn itu? Ya kira-kira seperti yang juga dilakukan oleh penyedia layanan instant messenger yang lain, yaitu memetik uang dari layanannya. Apakah pengguna BBM akan dikenai bayaran? Kemungkinan besar, tidak. Tapi bahwa di BBM nantinya akan ada iklan, itu bisa jadi. Sebab ScrOOn memang bermain di wilayah itu.

Jadi, kalau penyedia layanan pengirim pesan instan lain mengutip uang dari menjual stiker atau emoticon, bahkan ada yang membuka layanan berlangganan – dengan berbayar tentu, BlackBerry akan membuat channel-channel tematik, yang bisa diisi dengan entertainment, fashion, barang mewah, dan sebagainya. Nah, para pengiklan itu akan membayar postingan sponsor di channel-channel tersebut, yang telah diatur targetnya pada kelompok-kelompok pengguna secara spesifik, yang pengelolaannya akan dilakukan oleh ScrOOn.

Sebab, faktanya, tak mungkinlah BBM bisa terus melayani dengan tanpa pemasukan. Gratis memang akan tetap gratis, tapi BlackBerry juga perlu dana untuk pemeliharaan dan pengembangan. Dan itu, nantinya diperoleh lewat iklan-iklan tersebut.

Di dunia ini tak ada yang benar-benar gratis, bukan?