Tuesday, November 26, 2013

Wah, Toshiba Dynabook KIRA, Tahan 22 Jam!

MASALAH utama laptop sebagai perangkat kerja mobile adalah ketahanan baterainya yang terlalu pendek. Sehingga, perangkat kerja ini tidak bisa diandalkan untuk dibawa ke lapangan, yang tak memiliki akses listrik, selama lebih dari sehari. Terkecuali kalau mau membawa-bawa perangkat pembangkit listrik, seperti charger solar cell atau sejenisnya, yang pastinya akan menambah barang bawaan – dan bisa jadi agak merepotkan, atau ya membawa baterai cadangan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Dan itu tentu tidak murah, dan juga tidak ringan bobotnya. 


Maka, tuntutan akan laptop atau ultrabook, atau apa pun namanya, asalkan bisa digunakan sebagai perangkat kerja setara kemampuan komputer desktop atau sedikit di bawahnya, yang memiliki baterai dengan daya tahan cukup lama, adalah tuntutan yang amat mendesak untuk dipenuhi. Mengingat, trend kantor bergerak sudah hampir menjadi budaya kerja masyarakat masa kini. Harapannya agar bisa tetap produktif meski sedang terjebak macet.


Beberapa waktu ini, banyak juga produsen telah berusaha menjawab tuntutan tersebut dengan meluncurkan produk-produk yang lebih awet penggunaan baterainya, yang umumnya berupa ultrabook. Tapi masalahnya, harganya masih selangit. Sebenarnya itu bisa dibilang wajar. Barang bagus ya harganya juga harus bagus. Cuma sayangnya, harga yang terlalu tinggi membuat kemampuan beli jadi rendah. Dan akibat lanjutannya, bila sebuah produk tidak bisa terjual dalam jumlah banyak, maka harganya akan sulit turun karena biaya produksinya jadi tetap tinggi.


Dari segi ketidak-seimbangan antara tuntutan dan kemampuan beli inilah perkembangan jadi melambat. Pihak produsen merasa bahwa produk jadi tak menguntungkan karena sulit terjual, sementara harga jual juga tidak mungkin bisa diturunkan lagi, mengingat biaya penelitian, pengembangan, dan memproduksinya sangat mahal.


Hari ini, Rabu, 20 November 2013, Toshiba merilis produk ultrabook terbarunya yang diberi nama sandang Dynabook KIRA. Keunggulan yang ditawarkan lewat produknya ini, Toshiba mengklaim bahwa Dynabook KIRA V654 bisa dipakai bekerja selama 22 jam hanya dengan satu kali pengisian baterai.


Dynabook KIRA V654 ini menggunakan chip Intel Haswell yang meskipun memiliki kinerja yang tinggi namun hemat daya. Ultrabook yang beratnya hanya 1,12 kg ini, memiliki layar 13,3 inci dengan resolusi 1366x768 piksel. Tersedia juga Dynabook KIRA V634 yang memiliki layar dengan resolusi 2560x1440 piksel, namun dengan ketahanan baterai hanya untuk 14 jam. Spesifikasi keduanya sama, yaitu menggunakan chip Intel Haswell, dengan RAM 8GB dan ruang penyimpan berupa SSD 128GB.


Untuk versi dengan layar sentuh, Dynabook KIRA V834, daya tahan baterainya hanya untuk selama 14 jam saja. Selain itu, harganya juga lebih mahal. Nah, omong-omong soal harga, kedua produk ini ditawarkan dengan harga yang memang tinggi. Dynabook KIRA V654 dan V634 dijual dengan harga sekitar Rp. 16,6 juta. Sedangkan Dynabook KIRA V834 dijual dengan harga sekitar Rp. 17,5 juta.


Namun belum ada kejelasan apakah ketiga produk yang menggunakan Windows 8.1 itu akan dipasarkan di luar Jepang juga atau tidak. Tapi, ya kita tunggu saja.