Friday, November 22, 2013

Mobil Bikinan Mahasiswa UI Mampu Jangkau Seribu Kilometer dengan Satu Liter!

SEBENARNYA sudah banyak bukti karya anak bangsa yang layak dibanggakan, dan dijadikan modal untuk melahirkan produk-produk unggulan made in Indonesia, yang tak akan kalah canggih dibanding produk impor dari negeri mana pun. Namun karena dukungan dari pemerintah belum juga ada, maka semua prototipe yang telah dihasilkan oleh anak bangsa, bahkan yang telah memenangkan kompetisi kelas dunia, pada akhirnya hanya akan menjadi benda pajangan, yang memberikan kebanggaan semu, dan mematahkan impian para penemunya.


Pekan kemarin, kecakapan pemuda Indonesia dalam bidang teknologi kembali dibuktikan lewat ajang Indonesia Energy Marathon Challenge 2013, IEMC 2013, dimana mahasiswa kita menunjukkan hasil karya mereka dalam mewujudkan kendaraan hemat energi. Dari kompetisi yang digelar selama 4 hari itu, 14-17 November 2013, diperoleh catatan luar biasa dimana kendaraan rancangan mahasiswa Universitas Indonesia berhasil memperoleh hasil yang menakjubkan, yaitu sebuah mobil yang bisa menjangkau jarak sejauh 1.027 kilometer hanya dengan satu liter bensin.

Itu di kategori kendaraan berbahan bakar bensin, sedangkan pada kategori kendaraan bertenaga listrik, diperoleh catatan pencapaian jarak sejauh 252 kilometer per kWh, yang artinya hampir dua kali lipat dari yang berhasil dicapai pada tahun sebelumnya, yaitu 165 kilometer per kWh.

Dalam ajang yang cukup bergengsi itu, UI mengirimkan dua perwakilannya, yaitu Nakoela Hore sebagai tim yang membawa Keris RV, kendaraan berbahan bakar bensin, dan Arjuna Hore yang membawa Keris EV, kendaraan bertenaga listrik. Dan kedua tim itu pulang dengan membawa gelar sebagai juara pertama di masing-masing kategori yang diikutinya.

Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia, Depok, Farida Haryoko, mengungkapkan, “Keris RV berhasil meraih juara dan memecahkan rekor dalam ajang Indonesia Energy Marathon Challenge 2013, yang berlangsung pada 14-17 November 2013, di Surabaya. Peringkat kedua diraih oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dengan pencapaian 677,9639 kilometer per liter.”

Selain Nakoela Hore, lanjut Farida, UI juga mengirimkan tim Arjuna Hore dengan mobil prototipe listrik bernama Keris EV. Tim Arjuna Hore berhasil meraih juara pertama dengan pencapaian 252 km/kWh. Menyusul di peringkat dua untuk kategori prototipe Listrik adalah Tim Bumi Siliwangi 3, dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, dengan pencapaian 236,9837 kilometer per kWh.

Tim Nakoela Hore ada 12 orang, yaitu terdiri atas 11 mahasiswa dari Fakultas Teknik UI (FTUI), dan 1 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI (FIB UI), angkatan 2010. Sedangkan tim Arjuna Hore ada 11 orang, yang terdiri atas 9 mahasiswa dari Fakultas Teknik UI (FTUI), 1 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI (FISIP UI), dan 1 orang lagi mahasiswa dari Fakultas Farmasi UI (FFUI).

Kedua  tim, Nakoela Hore dan Arjuna Hore, tergabung dalam "UI Supermileage Vehicle" yang merupakan sebuah perkumpulan otomotif bentukan mahasiswa UI, dengan motto "We design, build and race the best vehicles with the best efficiency".

Muhammad Fikri, General Manager Tim UI Supermileage Vehicle, yang juga bagian dari tim Arjuna Hore, mengatakan, “Keunggulan yang dimiliki tim Nakoela maupun Arjuna Hore, ada pada desain mobil yang aerodinamis dan ringan, serta teknik pembuatan menggunakan sandwich fiber, dengan metode hand lay-up, serta dukungan mesin dengan kompresi tinggi dan dua busi.

"Para anggota tim melakukan transmisi yang pas, serta desain dan struktur vehicle yang presisi dan balance," jelas mahasiswa Teknik Mesin angkatan tahun 2010 itu.

Rencananya, UI Supermileage Vehicle juga akan mengirimkan wakilnya untuk kategori prototipe bensin dan urban concept gasoline, pada ajang Shell Eco Marathon Asia 2014, yang akan berlangsung di Filipina, bulan Februari 2014. UI senantiasa memenuhi tuntutan zaman, melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berbasis teknologi, demi kemajuan bangsa Indonesia.

Di kemudian hari, diharapkan mobil karya mahasiswa tersebut akan dapat menjadi solusi dalam hal kebutuhan transportasi di Indonesia, yang irit bahan bakar, efisien, dan sekaligus ramah lingkungan.