Sunday, July 31, 2011

Surat Cinta Tukang Buah dan Tukang Sayur

Pasangan kekasih yang berprofesi sebagai tukang buah dan tukang sayur diambang kehancuran. Sebagai surat cinta terakhir – pernyataan putus, tukang buah menulis surat kepada tukang sayur seperti berikut ini:
Wajahmu memang MANGGIS, watakmu juga MELONkolis, tapi hatiku NANAS karena cemburu. SIRSAK napasku. Hatiku ANGGUR lebur. Ini adalah DELIMA dalam hidupku. Memang SALAKku, jarang APEL malam Minggu. Ya Tuhan, Mohon BELIMBING-Mu, kalo memang perPISANGan ini baik untukku dan dia, SEMANGKA kau bahagia dengan yang lain. Maafkan DUKU.

TTD: SAWOnara.
Surat Balasan dari tukang sayur adalah:
Membalas KENTANG suratmu itu, BROKOLI sudah kubilang, jangan tiap dateng rambutmu slalu KUCAI, JAGUNGmu tidak pernah dicukur. Disuruh dateng malam minggu, ehh... nongolnya LABU. Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin PARE, kalo mau nelpon aja mesti ke WORTEL. CABE dehhhhhh!
TTD: KAILAN!