Sunday, October 23, 2011

Anjing dan Pembunuh

SUATU kejahatan, serapih apa pun disembuyikannya, akhirnya akan terbongkar juga. Dan bahkan seekor anjing bisa menjadi penyebab terkuaknya perbuatan jahat. Dan ini adalah kisah anjing yang menangkap pembunuh majikannya....
 Mubasysyir ar-Rumy menceritakan bahwa dia pernah mendengar kisah mantan budaknya, yang dikenal dengan Abu ‘Utsman, Zakaria al-Madany, sering disebut Ibn Fulanah. Ia seorang tajir yang mulia, banyak harta, terkenal murah hati, dapat dipercaya, orang yang memegang amanah dan juga suka meriwayatkan hadits.

Di dekat rumahnya, di Baghdad, ia bertetangga dengan seorang laki-laki dari kalangan orang-orang fanatik yang suka bermain dengan anjing. Suatu hari, orang itu pergi sampai larut malam untuk suatu hajat, lalu diikuti anjing kesayangannya namun ia mengusirnya, tetapi anjingnya ini tidak mau pulang sehingga terpaksa ia biarkan ikut.
Ia terus berjalan hingga berhenti di tempat ‘mangkal’ beberapa orang yang memendam rasa permusuhan terhadapnya. Mengetahui kehadirannya di situ, dan dalam keadaan tak bersenjata, maka mereka pun menangkapnya. Sementara anjingnya, yang ikut membuntuti sang majikan, melihat apa yang dilakukan mereka. Rupanya, mereka membawanya masuk ke rumah, diikuti anjing dengan diam-diam. Di sana, mereka membunuh majikannya tersebut, lalu menguburkannya di sebuah sumur, di dalam rumah itu. Karena melihat ada anjing, mereka pun menggebuknya, untung saja anjing itu bisa lari sekali pun terluka. Anjing yang dalam keadaan terluka ini, mendatangi rumah majikannya sembari menggonggong, namun penghuni rumah tidak menghiraukannya.
Sementara itu, Sang Ibu merasa kehilangan putranya, karena seharian ini belum juga pulang. Namun akhirnya, ia dapat mengetahuinya, melalui kondisi anjingnya yang mengalami luka cukup parah. Ia pikir, ini pasti perbuatan orang yang membunuh putranya, dan putranya pasti sudah dihabisi. Karena itu, ia pun mengadakan undangan makan, dan mengusir anjingnya itu dari pintu. Tapi, anjing itu tidak beranjak dari pintu itu, dan tidak lari.
Suatu hari, beberapa orang yang membunuh majikan anjing itu lewat di depan pintu rumahnya, sementara si anjing saat itu sedang berbaring. Melihat wajah orang-orang tersebut, ia langsung mengenalinya. Seketika ia melukai betis salah seorang dari mereka, dengan menggigit sembari menggelayut di tubuhnya.
Teman orang itu berusaha menyelamatkannya dari gigitan anjing, namun tidak berhasil, sehingga suasana pun jadi gaduh. Kegaduhan tersebut membuat petugas satpam rumah itu datang, untuk melihat keadaan, seraya berkata, “Anjing ini tidak akan bergelayutan pada orang ini, kecuali karena ia punya kisah dengannya. Barangkali dialah yang telah melukainya.”
Tak berapa lama, keluarlah ibu majikan anjing tersebut. Ketika ia melihat wajah orang yang sedang digigit anjing itu, dan mendengar ucapan satpam, ia lantas mengamati secara teliti orang itu. Dan barulah ia teringat bahwa orang itu adalah salah seorang yang pernah bermusuhan dengan putranya, dan selalu mencarinya. Bahkan terbetik dalam hati Sang Ibu bahwa orang inilah yang telah membunuh putranya. Akhirnya, ia memastikan hal itu, dan menuduh orang tersebut sebagai pelaku pembunuhan.
Sang Ibu lalu memperkarakan orang tersebut kepada pihak kepolisian, yang kemudian menahannya setelah sebelumnya dipukul terlebih dahulu agar mau mengaku, tapi sayang ia tidak mau mengaku. Namun, anjing itu tetap berada di depan pintu sel, setia menjaga orang tersebut. Setelah beberapa hari, orang itu dibebaskan. Namun ketika ia keluar, sang anjing kembali menggigit dan menggelayuti betisnya, seperti sebelumnya. Maka, orang-orang pun jadi merasa aneh dengan tingkah anjing tersebut.
Menyikapi kejadian aneh itu, kepala polisi merencanakan sesuatu untuk menjebak para pembunuh majikan anjing itu. Ia secara rahasia berbisik kepada beberapa anak buahnya, agar memisahkan anjing itu dari orang tersebut, lalu membuntuti ke mana orang itu pergi, untuk mengetahui kediamannya dan agar dapat terus memantaunya. Perintah itu dipatuhi anak buahnya.
Sementara orang itu berjalan pulang, si anjing juga terus membuntutinya, diikuti oleh anak buah kepala polisi, yang juga membuntuti dari belakang, hingga sampai ke kediaman para penjahat tersebut. Kemudian polisi yang dikirim atasannya mendobrak kediaman orang itu, namun tidak menemukan apa-apa. Si anjing yang ikut masuk segera melolong dan mencari-cari letak sumur di mana majikannya dikubur dan dibuang.
Melihat tingkah si anjing, polisi berkata, “Gali tempat yang telah digali anjing ini!” Maka tempat itu pun digali, dan akhirnya mayat korban dapat ditemukan. Maka penjahat itu pun dibawa dan dipukuli. Setelah berkali-kali digebuki, barulah ia mengaku bahwa dirinya dan teman-temannyalah yang melakukan pembunuhan itu. Akhirnya, ia pun dieksekusi mati, sementara teman-temanya yang lain masih terus diburu karena berhasil melarikan diri.