Monday, October 24, 2011

Awas, Hati-hati dengan Mentega, Margarine dan Butter

LIBUR menjelang Lebaran, mau diisi dengan apa, Bu? Belanja untuk keperluan Lebaran memang harus. Lalu, apa lagi? Banyak-banyak beribadah? Wah, itu bagus sekali! Selain itu, apa lagi? Hmmm... bagaimana kalau sambil menikmati damainya bulan Ramadhan kita bikin kue, Bu? Lumayan lho, Bu, buat meramaikan suguhan tamu-tamu Idul Fitri. Oke, Bu?

Tapi sebelum itu, ada bagusnya kalau kita menggali pengetahuan dulu mengenai salah satu bahan pembuat kue yang selama ini kita kenal, kita pakai, tapi kita kurang paham benar soal seluk-beluk dan beda satu dengan yang lainnya. Yaitu, soal asal-usul dan perbedaan antara mentega, margarin, dan butter. Soalnya, secara fisik, ini barang memang kurang kelihatan perbedaannya. Tapi... kalau kita telusur sampai ke asal-muasalnya, kita pasti bakal bisa membedakan nih ketiga benda “serupa tapi tak sama” ini.

Mentega
Berasal dari lemak hewan. Mentega yang terbuat dari lemak hewan biasanya mengandung lebih banyak lemak jenuh/saturated fats (66%) dibanding lemak tak jenuh/unsaturated fats-nya (34%). Lemak jenuh ini biasanya berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Mentega biasanya mengandung vitamin A, D, protein dan karbohidrat.
Jadi, jangan lupa ya, Bu. Mentega itu berasal dari lemak hewan – yang notabene pasti sarat dengan kolesterol. Nah, kalau di keluarga Ibu ada yang punya masalah dengan kolesterol, mendingan hati-hati terhadap penggunaan barang ini. Bahkan kalau misalnya seluruh keluarga Ibu bebas dari masalah kolesterol, tetap harus mewaspadai penggunaan bahan makanan yang satu ini.
Kolesterol memang diperlukan juga oleh tubuh, tapi bukan berarti harus disuplai berlebihan.

Margarine
Margarin berasal lemak tumbuh-tumbuhan. Margarine dibuat dari minyak tumbuh-tumbuhan yang di hydrogenasi (atom hidrogen ditambahkan ke minyak). Dalam proses tersebut, biasanya juga akan terjadi perubahan struktur beberapa polyunsaturated fatty acids (asam lemak tak jenuh) menjadi "trans fatty acids". Menurut para peneliti, "trans fetty acids" ini aksinya mirip sekali dengan lemak jenuh/saturated fats. 
Karenanya dikatakan mungkin trans fetty acids ini memiliki kemungkinkan terhadap kontribusi di kejadian tekanan darah tinggi dan heart disease. Para peneliti biasanya memberikan tips agar memilih produk margarin yang lebih lembut dan konsistensinya mirip sekali dengan liquid. Dengan memilih produk margarin seperti ini diharapkan kandungan trans fetty acids-nya dapat diminimalisir. Margarin biasanya diperkaya dengan vitamin A dan beberapa vegetables oil adalah sumber vitamin E.
Yang ini juga sering kita pakai kan, Bu? Nah, ternyata margarin ini juga ada efek negatifnya terhadap tubuh. Jadi, membatasi penggunaan akan amat baik buat kesehatan.

Butter
Butter berasal dari krim (susu). Biasanya kandungannya hanya krim dan garam (untuk salted butter). Karena bahan dasarnya krim, maka bila disimpan lama di dalam suhu ruang ia akan lumer.

Semua jenis lemak, baik dari mentega, margarin maupun butter, biasanya oleh ahli nutrisi tetap didefinisikan sebagai produk berkalori tinggi. Karenanya dianjurkan untuk seminimal mungkin mengonsumsinya. Namun beberapa produsen margarin dan butter, ada juga yang memodifikasi produknya sedemikian rupa sehingga tercipta produk yang agak "rendah kalori".

Jadi, Bu, kalau libur menjelang Lebaran ini jadi membuat kue, jangan lupa untuk meminimalisir penggunaan mentega, margarin maupun butter. Supaya, selain memberikan kebahagiaan buat keluarga dan tamu, juga memeliharakan kesehatan mereka.

Selamat menyambut Lebaran ya, Bu. Tetap sehat, tetap semangat.