Wednesday, December 14, 2011

Jus Jambu Vs Deman Berdarah

SALAH satu upaya pengobatan untuk penderita demam berdarah (DBD) adalah mencegah terjadinya dehidrasi pada penderita. Sebab, kekurangan cairan justru akan memperparah kondisi penderita, dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan lainnya, seperti diare.
Menurut dr. Muzal Kadim, Sp.A(K), dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Sub Spesialis Gastroenterology Anak, pengonsumsian jus jambu klutuk yang selama ini diyakini sebagai 'obat' DBD, sebenarnya justru bisa memperparah tingkat dehidrasi.
"Jus jambu atau jus apel memiliki osmolaritas (tingkat kepekatan untuk menarik air) tinggi. Hal ini jelas akan memperparah tingkat dehidrasi pada tubuh, dan akhirnya muncullah diare," jelas dr. Muzal, saat ditemui dalam acara Pocari Sweat, beberapa waktu lalu.
Dr. Muzal menambahkan, pengonsumsian jus jambu sebagai obat DBD bisa dikatakan agak salah kaprah. Banyak masyarakat yang percaya bahwa jambu klutuk ampuh menaikkan jumlah trombosit darah. Itu sebetulnya keliru. Namun tentu saja bukan berarti jus jambu tidak bermanfaat bagi tubuh kita.
"Jambu itu tidak menaikkan trombosit darah. Namun, jambu memiliki kandungan vitamin C tinggi, yang berguna memperbaiki daya tahan tubuh dalam melawan virus dengue (penyebab DBD). Trombosit penderita DBD akan naik secara perlahan dengan sendirinya," tambahnya.
Jadi, salah satu langkah pertama pertolongan pada penderita demam berdarah, ialah dengan memberinya banyak minum, agar tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Karena pada saat penderita mengalami demam tinggi, tubuh akan banyak mengeluarkan cairan, baik melalui keringat maupun lewat penguapan.