Thursday, December 8, 2011

Vagina Bisa Menyusut?

RASANYA tak ada habis-habisnya masalah bagi perempuan, khususnya yang berkaitan dengan masa-masa menopause. Artikel ini merupakan salah satu dari sekian artikel yang membahas secara eksklusif mengenai akibat menopause pada perempuan, spesialnya pada organ intimnya. Namun begitu, tentu saja artikel ini hanya merupakan bagian dari peringatan semata. Soal benar akan terjadinya pada seseorang atau tidak, itu tak bisa dipastikan. Nah, mari kita simak.

Memasuki masa menopause, perempuan akan mengalami perubahan di vaginanya. Dan atrofi vagina adalah salah satu mimpi buruk bagi perempuan. Namun sayangnya, masih banyak perempuan yang tak tahu-menahu mengenai masalah serius ini.

"Atrofi vagina ialah penipisan dan peradangan dinding vagina, yang biasanya terjadi setelah menopause, karena penurunan tingkat estrogen yang diproduksi oleh indung telur," jelas Dr. Sudha Marwah, ahli kandungan di Spectrum Healthcare, Mumbai.

Estrogen memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan vagina, yaitu dengan mempertahankan struktur dan fungsi dinding vagina. Hormon wanita ini juga membantu mempertahankan keelastisitasan jaringan di sekitar vagina, dan membantu menghasilkan cairan vagina.

Ketika tingkat estrogen turun, maka lapisan vagina sehat mengalami perubahan sehingga membuat vagina menjadi lebih kecil, kurang elastis, dan lebih kering. Intinya, vagina terlihat berbeda dengan kondisi sebelum menopause.

Perubahan ini tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan. Seperti, nyeri ketika melakukan hubungan seks, rasa gatal, hingga masalah di saat buang air kecil.

Untuk mengatasinya, perempuan menopause bisa melakukan terapi penggantian hormon (HRT). Jika tidak, perempuan menopause juga boleh menggunakan krim atau gel estrogen yang sebelumnya sudah diresepkan dokter.