Saturday, December 17, 2011

Rahasia Sehat di Balik Kulit Kentang

KENTANG, seperti juga roti, adalah bahan makanan yang memiliki kaitan erat orang kulit putih, biarpun kita juga suka makanan yang terbuat dari umbi ini. Bahan makanan yang mudah diolah menjadi berbagai macam makanan ini, kini banyak dinikmati orang sebagai teman bersantai atau bahkan sebagai hidangan utama.
Namun sayangnya, seiring dengan makin diminatinya bahan pangan ini, justru banyak orang yang tidak mengikut-sertakan kulitnya pada saat mengkonsumsinya. Hah, dimakan sama kulitnya? Anda pasti bertanya demikian. Ya, memang sebaiknya dimakan bersama kulitnya. Mengapa? Nah, silakan disimak ulasannya....

Boleh percaya boleh tidak - tapi ini ilmiah, ternyata kulit kentang itu mengandung begitu banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan, bila dibandingkan, kulit kentang itu memiliki lebih banyak nutrisi daripada daging kentangnya sendiri.
Menurut penelitian, kulit kentang mengandung vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan nutrisi lainnya. Kulit kentang juga merupakan sumber serat yang cukup tinggi, yaitu sekitar 2 gram per ons. Jadi, jika Anda mengonsumsi satu buah kentang yang dipanggang lengkap dengan kulitnya, maka Anda akan mendapatkan hampir 4 gram serat, 2 miligram zat besi, dan 926 gram potassium.
Bahkan di Eropa, kulit kentang seringkali dijadikan sebagai camilan atau hidangan pembuka. Dan biasanya dihidangkan bersama daging, keju panggang, atau saus salsa.
Nah, tunggu apalagi? Ayo, kita makan kentang. Tapi jangan dibuang kulitnya, ya. Cukup dicuci bersih saja kulit kentang itu, sebelum diolah. Atau kalau memang harus dikupas, jangan dibuang, tapi jadikanlah makanan lain, entah camilan atau apa.
Selamat makan kentang....