Saturday, November 19, 2011

Bulu Kemaluan itu Penting!

TAMPIL cantik adalah impian abadi setiap perempuan. Paras yang rupawan, rambut yang indah, tubuh yang singset, dan kulit yang halus mulus tanpa bulu yang mencemari. Maka tak ayal, jadi banyak perempuan yang ingin menghilangkan bulu-bulu yang ada pada dirinya dengan cara instan. Bulu pada kaki, alis yang dianggap kurang eksotis, dan juga turut jadi korban – bulu kemaluan.

Salah satu teknik menghilangkan bulu-bulu itu ialah dengan cara waxing, atau penghilang bulu menggunakan lilin. Mengapa bulu harus dihilangkan? Pasalnya ada orang yang punya anggapan kalau bulu itu mengganggu. Tetapi menurut dr. Susie Rendra, SpKK, dari Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah, kehadiran bulu sangat baik dan penting bagi daerah intim.
"Bulu itu berfungsi sebagai rongga udara. Kalau nggak ada bulu, celana dalam akan langsung menempel ke organ tubuh, nggak ada rongga buat bernafas," ujar Susie, menjelaskan fungsi penting bulu kemaluan bagi kesehatan organ intim.
Dalam kondisi sehat, area intim tidak perlu treatment apa pun. Kelamin dalam memiliki flora normal (mikroorganisme normal), Lactobacillus dengan jumlah terbatas dan tidak membahayakan, asam laktat, dan juga memiliki pH asam 4 - 4,5 yang bersifat proteksi dan mencegah infeksi mikroba patogen. 
Jika dilakukan waxing pada bulu di daerah miss V, atau biasa disebut Brazilian waxing, maka akan memungkinkan masuknya bakteri dari luar ke dalam. Karena di kelamin luar terdapat Jamur Candida dan bakteri Staphylococcus Aureus.
"Kalau waxing menarik bulu dari akar, lalu ada rongga, di lubang itulah bakteri berkembang," lanjutnya.
Brazilian waxing memang diakui membuat area di vagina mulus dan bersih tanpa bulu. Tetapi Susie sering menemui perempuan setelah waxing, biasanya timbul bisul, setelah beberapa hari ada yang mengalami bulu tumbuh ke dalam, bukan ke luar kulit.
"Bulu (kemaluan) nggak perlu diapa-apain, kalau mau pakai bikini bolehlah dirapikan dipinggir-pinggirnya, nggak apa-apa, tapi jangan semua," peringatnya.