Thursday, November 3, 2011

Hukum Truk Sampah

SEORANG teman di media sosial, suatu hari mengunggah sebuah renungan yang luar biasa, karena memang sedang kita alami. Maka saya meminta izin untuk membagikannya kepada teman-teman saya yang suka mengunjungi blog saya. Dia mengizinkan, namun dia bilang bahwa tulisan itu juga dia coppas dari blog lain yang dia lupa apa nama blognya dan siapa penulisnya. Nah, dengan ini, saya meminta izin kepada pembuat renungan ini. Dan terima kasih telah berbagi. Silakan disimak....

Suatu hari, saya pergi ke bandara dengan menumpang sebuah taksi. Ketika kami sedang tenang melaju, tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir, tepat di depan kami. Keruan saja supir taksi menginjak pedal rem sedalam-dalamnya, hingga ban mobil seketika menjerit mencakar aspal, dan moncong taksi berhenti hanya beberapa sentimeter dari mobil tersebut. Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Sopir taksi cuma tersenyum dan melambai kepada orang tersebut.
Terus-terang, saya merasa sangat heran dengan sikap sopir taksi yang bersahabat itu. Maka saya bertanya kepadanya, "Mengapa Anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil Anda, dan bisa jadi juga mengirim kita ke rumah sakit!" tak dinyana, pertanyaan itu membuat saya jadi memperoleh pelajaran berharga dari sopir taksi tersebut, yaitu mengenai apa yang kemudian saya sebut sebagai "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa akhir-akhir ini banyak orang yang menjadikan dirinya seperti truk sampah. Karena mereka berkeliling ke mana-mana membawa-bawa sampah, yaitu perasaan frustrasi, rasa marah, rasa kecewa, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Dan seiring dengan semakin penuhnya kapasitasnya, maka otomatis mereka jadi semakin butuh tempat untuk membuangnya. Nah, karena itulah, mereka seringkali membuangnya kepada Anda. Jadi, jangan diambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, maafkan mereka, lalu lanjutkan hidup. Simpel, 'kan?
Janganlah mengambil sampah mereka itu untuk kembali Anda buang kepada orang lain yang Anda temui, entah itu di tempat kerja, di rumah, atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hatinya.
Selamat menikmati hidup....