Monday, November 14, 2011

Gunung Roraima, Meja Raksasa di Atas Awan

APABILA disebut kata gunung, yang seketika muncul dalam benak kita pastilah sebuah benda besar berbentuk kerucut. Itu wajar, mengingat umumnya gunung memang berwujud demikian. Namun hal itu tidak berlaku pada Gunung Roraima, karena gunung yang berada di Venezuela lebih seperti sebongkah batu raksasa yang menyerupai meja, lantaran permukaan atasnya yang datar-rata. Dan oleh karena itu, Gunung Roraima lantas mendapat predikat sebagai gunung datar terbesar di dunia.

Gunung Roraima adalah tempat yang luar biasa indah dan unik. Apalagi kalau lautan awan sedang mengepungnya. Ia terlihat seperti bahtera raksasa yang melayari samudera kapas. Gunung yang tingginya 400 meter ini hampir setiap hari diguyur hujan, sehingga tanaman yang merambat di permukaannya selalu tersapu air, menyebabkan permukaannya selalu bersih.
Tertarik untuk naik ke gunung ini? Kalau ya, rasanya Anda harus menempuh satu-satunya cara untuk mencapai puncak atap meja itu, yaitu dengan memanjat jalur tangga yang memang sudah disediakan pemerintah Venezuela. Karena cara lain yang tidak disarankan ialah yang biasa dilakukan oleh para pemanjat tebing, climbing. 
Gunung Roraima mulai terkenal pada tahun 1912, yakni ketika Sir Arthur Conan Doyle - menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World. Dia melakuan pendakian ke Gunung Roraima untuk melakukan eksplorasi, dalam riset pencarian spesies tanaman prasejarah dan dinosaurus, yang diyakininya hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun, di puncak gunung ini.
Petualangan Conan-Doyle itu diilhami oleh ahli botani Inggris, Everard Im Thurn, yang pada 18 Desember 1884, dengan Harry Perkins, melakukan pendakian ke gunung ini dan menjadi orang pertama yang mencapai puncak Gunung Roraima. Namun begitu, Im Thurn dan Perkins bukanlah orang Eropa pertama yang melihat Gunung Roraima. Karena orang Eropa pertama yang melihatnya adalah seorang penjelajah Jerman, Robert Schomburgk, seorang ilmuwan penjelajah daerah Britains Royal Society, pada 1838.
Im Thurn dan Perkins mendaki Gunung Roraima dari arah Tenggara yaitu melalui jalur yang kini disebut sebagai Im Thurn rute, satu-satunya cara termudah untuk mencapai puncak. Dalam ekspedisinya itu, Im Thurn harus berjuang menempuh jarak ratusan kilometer, melewati sungai dan hutan-hutan liar, menempuh resiko bertemu binatang-binatang buas yang berbahaya yang ada di dalamnya.
Setelah Im Thurn dan Perkins berhasil menaklukkan Gunung Roraima, kemudian banyak ekspedisi ilmiah Inggris yang datang, untuk mengumpulkan dan melakukan penelitian mengenai flora dan fauna aneh yang ada di Gunung Roraima, dan menghasilkan banyak temuan spesies baru yang ada di sana. 
Kini, gunung ini sudah dimasukkan ke dalam daftar situs warisan dunia.